Perusahaan Tambang Batubara Terbesar Di Indonesia
Perusahaan Tambang Batubara Terbesar Di Indonesia

10 Perusahaan Tambang Batubara Terbesar Di Indonesia

Posted on

Perusahaan tambang batubara atau perusahaan yang mengelola tambang batubara di Indonesia cukup banyak jumlahnya. Tambang batubara terkonsentrasi di wilayah pulau Sumatera contohnya tambang batubara ombilin (ex: PT Bukit Asam) dan tambang batubara lahat meskipun keduanya bukan merupakan tambang batubara terbesar di Indonesia. Meskipun tidak sedikit permasalahan tambang batubara baik dengan masyarakat maupun lingkungan tidak menghambat perkembangan usaha tambang batubara ini. Bagi sebagian masyarakat pun jabatan diperusahaan tambang batubara masih menjadi profesi primadona saat ini. Berikut ini adalah perusahaan tambang batubara terbesar di Indonesia:

1. PT Kaltim Prima Coal (KPC), anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI)

PT Kaltim Prima Coal adalah perusahaan tambang batubara yang berlokasi di Sangata, Kalimantan Timur, Indonesia. mengoperasikan tambang terbuka terbesar di dunia.

PT Kaltim Prima Coal (KPC) adalah badan hukum Indonesia yang bergerak di bidang pertambangan dan penjualan batubara, menyediakan batubara untuk pelanggan domestik dan asing dari berbagai sektor industri.

Dari kantor pusat di Sangata, Kabupaten Kouta Timur, Provinsi Kalimantan Timur, dan kantor perwakilan kami di Jakarta, Samarinda, dan Balikpapan, KPC mengelola 84.938 hektar tambang. Dengan lebih dari 4.499 karyawan dan 21.000 karyawan kontraktor dan perusahaan afiliasi, kapasitas produksi KPC mencapai 70 juta ton per tahun.

2. PT Adaro Indonesia, anak usaha PT Adaro Energy Tbk (ADRO)

PT Adaro Indonesia (AI) adalah perusahaan tambang batubara terbesar di bawah Grup Adaro. Berdasarkan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) yang ditandatangani dengan pemerintah Indonesia, sebagian besar mengoperasikan operasi penambangan batubara di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah hingga tahun 2022 dan berhak untuk memperpanjang masa kontrak berdasarkan syarat dan ketentuan dalam PKP2B dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kepemilikan atas PT Adaro Indonesia terdiri dari Electricity Generating Authority of Thailand International Co., Ltd. (EGATi), perusahaan listrik yang berasal dari negara Thailand, dan PT Alam Tri Abadi, anak perusahaan AE, dengan porsi 11,5% dan 88,5%. ATA memiliki kepemilikan langsung dan tidak langsung di AI.

PT Adaro Indonesia memproduksi batubara sub-bituminus dari tiga tambang batubara tersebut, dengan nilai kalori GAR antara 4.000 kkal/kg dan 5.000 kkal/kg yaitu pada Paringin, Tutupan dan Wara. Kandungan polutan batubara Adaro sangat rendah, sehingga diperdagangkan dengan nama “Envirocoal”.

Sejak tahun 1992, Envirocoal telah berkembang menjadi berbagai spesifikasi dan banyak digunakan oleh pembangkit listrik dan industri lainnya di seluruh dunia. Envirocoal memiliki berbagai kegunaan, terutama di negara-negara dengan peraturan lingkungan yang ketat, karena kandungan abu, sulfur dan nitrogennya yang rendah, yaitu 2,5%, 0,2% dan 0,9%.

Karena kandungan polutannya yang rendah, Envirocoal biasanya dicampur dengan batubara dengan kandungan abu dan sulfur yang lebih tinggi untuk mengurangi biaya yang terkait dengan penghilangan abu dan pengeluaran modal yang diperlukan untuk peralatan degradasi sulfur dan nitrogen oksida.

Oleh karena itu, Envirocoal memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan memberikan alternatif teknologi yang dapat mencapai kinerja pembakaran batubara yang sangat baik dengan biaya yang lebih rendah, menjadikannya salah satu bahan bakar padat yang paling ramah lingkungan dan ekonomis.

3. PT Kideco Jaya Agung, anak usaha PT Indika Energy Tbk (INDY)

Didirikan pada tahun 1982, KIDECO adalah perusahaan tambang batubara yang mengkhususkan diri dalam pengembangan sumber daya, mengoperasikan Tambang Paser, tambang tunggal terbesar ketiga di Indonesia.
Setelah hampir 10 tahun persiapan dari awal 1980-an hingga awal 1990-an, termasuk survei tambang dan uji efektivitas, KIDECO akhirnya membuka tambang Paser.

Dimulai dari produksi 3 juta ton batubara komersial pada tahun 1993, melalui perluasan infrastruktur dan perbaikan sistem penambangan yang berkelanjutan, output mencapai lebih dari 300 juta ton pada Mei 2013. Setiap tahunnya kini Tambang Paser sekarang menghasilkan 40 juta metric ton batu bara.

KIDECO yang di Desa Batu Kajang, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, 76252 Kalimantan Timur, Indonesia ini telah memasok batubara secara kontinyu ke lebih dari 60 pelanggan di 16 negara termasuk China, Jepang, dan Hong Kong.

4. PT Borneo Indobara, anak usaha Golden Energy and Resources Ltd yang tercatat di Bursa Efek Singapura.

PT. Borneo Indobara (BIB) adalah perusahaan tambang batubara dan merupakan anak perusahaan Sinar Mas yang terletak di Kecamatan Angsana Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. PT. BIB mulai aktif melakukan tahap eksplorasi dan pembangunan infrastruktur pada tahun 2006, dan memulai tahap eksplorasi batubara dengan Perjanjian Karya Pengusahaan Batubara (PKP2B) pada tahun 2008.

Luas areal Izin Usaha Pertambangan yang dimiliki seluas 24.100 hektar dan terbagi dalam 4 blok penambangan, yaitu blok Batulaki, blok Sebanban Bawah (Bunati), Blok Sebemban Atas (Kusan) dan Blok Girimulya. Dari keempat blok tersebut, hanya blok Girimulya yang belum masuk tahap penambangan (eksploitasi).

Dalam operasi produksinya, banyak kontraktor tambang batubara yang bekerja sama dengan PT. Borneo Indobara, antara lain PT. Sapta Indra Sejati (PT.SIS), PT. Wira Bhumi Sejati (PT.WBS) dan PT. Bangun Arta Hutama (PT. BAMA), target produksi batu bara 20 juta ton per tahun.

5. PT Berau Coal, anak usaha PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU)

Anak usaha utama perseroan Berau Coal Energy (BRAU), PT Berau Coal, memiliki 118.400 hektare konsesi pertambangan di Kabupaten Berau, sekitar 300 km di sebelah utara Samarinda, ibu kota Provinsi Kalimantan Timur. Perusahaan tambang batubara ini memiliki Area Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang ditetapkan dengan surat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor. 178.K/40.00/DJG/205 di sahkan tanggal 7 April 2005 dan berlaku hingga tahun 2025 serta memilik opsi perpanjangan 2 x 10 tahun.

6. PT Bukit Asam Tbk (PTBA), Perusahaan Tambang Batubara BUMN

PT Bukit Asam Tbk (IDX: PTBA), secara resmi dikenal sebagai Tambang Batubara Bukit Asam dan merupakan anak perusahaan INALUM yang fokus pada pertambangan batubara dan didirikan sejak tahun 1950.

PT Bukit Asam merupakan perusahaan tambang batubara yang memiliki wilayah konsesi di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, dengan total cadangan batubara 3,33 miliar ton dan nilai sumber daya 8,27 miliar ton.

7. PT Bara Tabang, Anak Usaha PT Bayan Resources

PT Bara Tabang merupakan perusahaan pertambangan batubara yang berlokasi di daerah Tabang Kalimantan Timur dan merupakan anak perusahaan dari PT Bayan Resources.

Tambang Tabang/Pakar terletak sekitar 180 kilometer barat laut Samarinda, di Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur. Sumber dayanya meliputi 12 Izin Usaha Pertambangan, yang memiliki sejumlah besar batubara sub-bituminous dengan kandungan abu dan sulfur yang rendah.

Tambang batubara tersebut telah meningkatkan produksinya secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir dan merupakan tambang batubara terbesar di kawasan ini dan berencana untuk meningkatkan produksinya menjadi sekitar 50 juta ton per tahun dalam beberapa tahun ke depan.

Di Tambang Tabang, ekskavator hidraulik gabungan/truk dump off-highway dan buldoser digunakan untuk mempromosikan metode penambangan dozer-push. Bayan merupakan perusahaan tambang batu bara pertama di Indonesia yang menggunakan buldoser (dozer-push) dalam skala komersial.

Endapan ini terdiri dari beberapa lapisan, lapisan utama biasanya tebal (rata-rata 14-15 meter, hingga 34 meter) dan sedikit lebih rendah (<5 derajat). Batubara ditambang menggunakan ekskavator hidrolik/ armada truk pengangkutan berupa off-highway mengangkut ke Fasilitas Intermediate Crushing atau coal pad. Proyek Tabang mempekerjakan banyak kontraktor tambang batubara terkemuka di Indonesia, termasuk Petrosea, Bukit Makmur, Mandiri Group dan Karunia Group.

8. PT Arutmin Indonesia, anak usaha Perusahaan Tambang Batubara PT Bumi Resources Tbk (BUMI)

PT Arutmin Indonesia adalah perusahaan pertambangan batubara terkemuka di Indonesia, beroperasi berdasarkan Perjanjian Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dengan luas konsesi 59.261 Ha. Melaksanakan proses produksi batubara yang sangat kompetitif, prosedur jaminan kualitas yang ketat dan dukungan pelanggan yang sangat baik menjadi pemasok batubara pilihan untuk kegiatan penambangan

PT Arutmin Indonesia (Arutmin) beroperasi di lima lokasi penambangan, yaitu Tambang Senakin, Tambang Satui, Tambang Batulicin, Tambang Asam-asam dan Tambang Kintap, serta terminal batubara North Island Laut Coal Terminal (NPLCT). Pembangkit listrik dan pabrik industri di pasar Asia dan dunia.

9. PT Multi Harapan Utama

PT Multi Harapan Utama (MHU) adalah kontraktor perusahaan tambang batubara yang disahkan oleh Pemerintah Republik Indonesia untuk melakukan kegiatan penambangan batubara (eksplorasi dan operasi produksi) sesuai dengan perjanjian kerjasama Nomor 086.Ji/292/U/86 pada tanggal 31 Desember 1986 (selanjutnya disebut “Perjanjian Kerja Sama Pengusahaan Tambang Batubara” atau PKP2B).

Kesepakatan ini merupakan generasi pertama PKP2B. Operasi MHU berlokasi di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda di Provinsi Kalimantan Timur. MHU memulai eksplorasi pertamanya pada tahun 1987 dan kemudian memproduksinya pada tahun 1992. MHU menandatangani amandemen PKP2B pada April 2017.

Kawasan PKP2B MHU terletak 60 km dari barat daya ibu kota provinsi Samarinda. Sungai Mahakam, sungai terbesar di Kalimantan Timur, melewati kawasan itu dan mengalir ke Selat Makassar.

Pada tahap awal operasi, MHU mengembangkan Blok Busan Jongwon (BJO). Pada tahun 2013, MHU secara bertahap mulai melakukan ekspansi ke wilayah pengembangan Blok Teluk Dalam (TDO) dan Blok Gitan (GTO).

10. PT Indexim Coalindo, Perusahaan Tambang Batubara PKP2B Kaltim

PT. Indexim Coalindo adalah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batubara. Berdiri di kecamatan Kaliorang sejak 1 Mei 2009, dengan kantor di Jalan Poros Bengalon-Sangkulirang.

PT Indexim Coalindo merupakan salah satu perusahaan tambang batubara PKP2B. Perusahaan memiliki hak waralaba di Kaliorang, Kalimantan Timur dan Kutai Timur.

Berdasarkan Modi Kementrian ESDM Konsesi PT Indexim Coalindo seluas 24.050 Ha dan merupakan PKP2B Generasi Kedua dengan Nomor SK 505.K/30/DJB/2010. Izin tersebut diterbitkan pada tanggal 14 Agustus 2010 dan berakhir pada tanggal 13 Agustus 2040