Tambang Pasir Kuarsa Di Indonesia
Tambang Pasir Kuarsa Di Indonesia

Tambang Pasir Kuarsa Di Indonesia

Posted on

Berbicara Tambang Pasir Kuarsa Di Indonesia cukup banyak jumlahnya. Usaha tambang pasir sendiri sudah banyak dilakukan sejak dulu baik untuk bahan bangunan maupun infrastruktur lainnya. Peraturan tambang pasir yaitu dari segi perizinan tambangan pasir saat ini juga sudah mulai dimudahkan pengurusannya. Oleh sebab itu perusahaan tambang pasir silika saat ini merupakan bidang potensial yang bisa terus dikembangkan.

Apa itu batu pasir kuarsa?

Pasir kuarsa merupakan endapan batupasir yang kaya akan mineral kuarsa (SiO2). Berdasarkan hasil survei lapangan, potensi batupasir kuarsa yang tersingkap di permukaan berada di Desa Ngampel dan Sendangharjo di Kabupaten Blora.

Pasir kuarsa merupakan jenis pasir yang banyak digunakan dalam kehidupan manusia, terutama sebagai bahan bangunan. Pasir kuarsa adalah pasir yang terbuat dari mineral alami bumi atau pengikisan batuan oleh air atau udara. Pasir kuarsa adalah pasir yang terbuat dari mineral alami bumi atau pengikisan batuan oleh air atau udara.

Pasir silika apakah sama dengan pasir kuarsa?

Selain untuk menyaring air, Pasir Silika atau Silica kuarsa juga biasa digunakan dalam pembuatan kaca, kaca, bahan campuran semen, pipa sandblasting (sandblasting), dll.

Berdasarkan kandungan kimia dari pasir kuarsa terdapat kandungan yang dinamakan dengan “silika” yang merupakan sebutan dari senyawa kimia “silicon dioxide” atau “silika dioksia (SiO2). Senyawa berbentuk seperti Kristal transparan, cenderang mempunyai warna keputihan dan tingkat kekerasan dan titik lebur yang cukup tinggi.

Atas dasar kandungan silika (SiO2) tersebut menyebabkan orang-orang menyebutnya sebagai pasir silika. Pasiir yang memiliki warna putih juga sering disebut sebagai pasir silika. Perlu diketahui bahwa semakin tinggi kandungan Silika (SiO2) menyebabkan warna pasir semakin putih. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pasir silika sama dengan pasir kuarsa.

Bagaimana proses pembentukan pasir silika?

Pasir kuarsa/ silika adalah hasil pelapukan batuan beku asam, seperti granit, gneiss atau batuan beku lainnya yang mengandung mineral utama kuarsa. Hasil pelapukan ini kemudian mengalami proses pengendapan, terbawa oleh air atau angin, kemudian diendapkan di tepi sungai, danau atau pantai.

Daerah penghasil pasir kuarsa?

Pasir kuarsa atau pasir silika tersebar luas di wilayah berikut: Sumatera, Bangka Belitung, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah sehingga daerah-daerah ini banyak terdapat tambang pasir kuarsa.

Cadangan pasir silika terbesar terdapat di Kalimantan Barat dan Sumatera Barat, namun yang paling baik kualitasnya adalah pada Tambang pasir kuarsa Pulau Bangka dan Pulau Belitung. Endapan pasir kuarsa tersebar dari puncak Sumatera hingga ujung timur Nusa Tenggara.

Berikut ini adalah daerah-daerah yang berpotensi pasir kuarsa:

  • Asahan, (Sumatera Utara), potensi sumber daya terukur pasir silika sebanyak 225.000 ton,
  • Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir (Liau), memiliki potensi sumber daya terukur 5,4 juta ton, dan sumber daya hipotetik sebanyak 85 juta ton.
  • Tanah Datar, Sawahlunto dan Solok menunjukkan potensi sumber daya pasir silika terindikasi sebanyak (780.000 ton), sumber daya tereka (1,3 juta ton), sumber daya hipotetik (370.000 ton),
  • Sumberdaya terukur pasir silika di Pulau Bangka dan Pulau Belitung (59 juta ton), sumberdaya terindikasi (12 juta ton), sumberdaya tereka (10,7 juta ton), sumberdaya diasumsikan (13,2 juta ton),
  • Banten dan Sukabumi (Jawa Barat), memiliki sumber daya terukur pasir silika sebanyak 5,5 juta ton, sumber daya tereka 4,1 juta ton, dan sumber daya hipotetik 51 juta ton.
  • Rembang (Jawa Tengah), terdapat sumber daya terukur pasir silika sebanyak 572.000 ton, dan sumber daya hipotetik 1,4 juta ton.
  • Tuban dan Sumenep (Jawa Timur), mempunyai sumber daya terukur 1,1 juta ton, sumber daya tereka 886.000 ton, dan sumber daya hipotetik sebanyak 2,7 juta ton.
  • Sambas dan Sangau (Kalimantan Barat) memiliki volume pasir kuarsa sumber daya 330 juta ton.
  • Banahan (Kalimantan Selatan) terdapat sumber daya sebesar 49 juta ton. Sumber daya terukur Kutai (Kalimantan Timur) adalah 810.000 ton, dan sumber daya hipotetik sebanyak 4 juta ton.
  • Maros (Sulawesi Selatan) mempunyai keterdapatan pasir silika berdasarkan sumber daya hipotetik sejumlah 3,5 juta ton.
  • Amanatun Utara (NTT) memiliki potenis sumber daya hipotetik pasir silika sebanyak 92 juta ton.

Bagaimana Penggunaan dan pemanfaat Pasir Kuarsa?

Penggunaan hasil tambang pasir kuarsa sebagai bahan baku utama dan bahan baku penolong telah banyak dikembangkan. Sebagai bahan baku utama, banyak digunakan dalam industri kaca, industri semen, lantai, keramik, bahan baku silikon besi, silikon karbida, abrasive (abrasif dan sandblasting). Bahan baku pembantu (pasir silika) digunakan untuk industri pengecoran pasir, minyak bumi dan pertambangan, bahan refraktori (bahan tahan api, dll), dan selebihnya diekspor ke Singapura, Korea Selatan, Jepang, China, Thailand dan negara lainnya.

Daerah Penghasil Pasir Silika Terbanyak di Indonesia

1. Tambang pasir kuarsa Sumenep dan Tuban, Jawa Timur

Sebagai bagian dari pulau Jawa, Jawa Timur memiliki potensi pertambangan yang cukup besar dan juga menyimpan banyak sumber daya pertambangan. Salah satunya adalah pasir kuarsa. Keberadaan pasir jenis ini merupakan salah satu sumber pendapatan utama untuk memenuhi kebutuhan industri penduduk setempat.

Daerah Tuban dan Sumenep Keduanya memiliki peta sebaran endapan pasir kuarsa yang cukup luas. Salah satunya di Tuban ada di wilayah Bancar. Dan Sumenep sendiri juga terkenal dengan tempat wisata pasirnya yang kaya. Diperkirakan memiliki potensi sekitar sumberdaya tereka 886.000 ton dan sumberdaya hipotetiknya sebanyak 2,7 juta , dan terukur sebanya 1,1 juta ton.

2. Tambang pasir silika Wilayah Asahan, Sumatera Utara

Asahan merupakan salah satu daerah penghasil pasir kuarsa di Indonesia. Potensi dan sumber daya alamnya menjadi salah satu alasan utamanya. Kondisi geografis daerah ini mungkin memiliki endapan pasir kuarsa. Ditemukan dari perkiraan kuantitas bahwa produksi Tambang pasir kuarsa tahunan adalah sekitar 225.000 ton.

Berdasarkan kondisi itu, wilayah tersebut merupakan salah satu Tambang pasir kuarsa penyumbang terbesar di Pulau Sumatera selain beberapa wilayah lainnya. Kegiatan tambang pasir kuarsa saat ini rutin dilakukan untuk memenuhi pasokan pasir kuarsa dari berbagai sektor industri dan konstruksi. Upaya suplai juga telah dilakukan di beberapa wilayah lain yang tersebar di Indonesia.

3. Tambang pasir kuarsa Lembang, Jawa Tengah

Sebagai salah satu daerah dengan potensi pertambangan dan penggalian yang besar, Lembang juga merupakan salah satu daerah produksi pasir kuarsa di Provinsi Jawa Tengah. Ada banyak potensi untuk disadap di sana, terutama untuk Tipe C, yang banyak digunakan untuk keperluan industri. Kuantitas dan kualitas cadangan yang ada dan nilai yang ditemukan dalam beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada prospek pemasaran yang baik.

Setidaknya dibandingkan dengan daerah penghasil pasir kuarsa lain di Indonesia, kandungan silikanya lebih tinggi, sekitar 96%. Adapun jumlah sumber daya hipotetik pasir silika tersebut sebanyak 572.000 ton. Tentunya tambang pasir kuarsa ini merupakan bagian dari pendapatan daerah dan memberikan kontribusi yang besar terhadap nilai tambah pendapatan provinsi.

4. Tambang pasir silika Kota Barito, Capuas dan Waringin di Kalimantan Tengah

Provinsi Kalimantan Tengah juga memiliki potensi alam untuk menemukan endapan pasir kuarsa di beberapa kabupaten administratif. Wilayahnya tersebar di wilayah Barito, Capos, dan wilayah kota Waringin. Salah satu data menunjukkan bahwa sekitar 90% endapan di Barito diduga mengandung silika.

Berdasarkan hal tersebut, dilaporkan bahwa tambang pasir kuarsa provinsi ini telah menghasilkan pasir silika sekitar 193 juta ton. Selain kegunaannya, biasanya digunakan untuk membuat keramik, bahan tahan api, kaca dan berbagai jenis produk industri lainnya. Selain penggunaan lokal, volume impor pada 2010 mencapai 180.000 ton.